Bacalah Materi tentang hukum Mendel Berikut, berilah atau jawab pertanyaan pada kolom komentar sehubungan dengan materi !
HUKUM MENDEL DAN PEWARISAN SIFAT
Oleh : Dra. Khalida Agustina, M. Pd
Penelitian
Mendel Dan Hukum Mendel
Nama lengkapnya ialah
Gregor Mendel (1822-1884). Mendel mengadakan percobaan di kebunnya dengan
tanaman kacang kapri. Di kebunnya Mendel mempunyai tanaman kacang kapri yang
beraneka ragam, ada yang mempunyai bunga merah dan putih, ada yang tanamannya
tinggi dan rendah, duduk bunga, warna dan bentuk polong berbeda (Gambar 1).
Mendel memilih tanaman kapri yang berbunga merah dan putih untuk mempelajari
penurunan sifat bunga merah dan putih kacang kapri. Dia berulang kali
mengadakan pembastaran antara tanaman kacang kapri bunga merah dengan tanaman
kapri berbunga putih dan hasilnya dicatat dengan sangat teliti. Caranya dengan
menyerbukkan tepung sari bunga putih ke putik bunga merah.
Gambar 1.
Aneka Sifat Tanaman Kapri pada Penelitian Mendel
Secara terinci
percobaan Mendel dengan tanaman kacang kapri dapat diterangkan sebagai berikut.
Mula-mula Mendel memilih tanaman kacang kapri yang bunganya merah. Tanaman
kapri bunga merah diserbuki sendiri, artinya serbuk sari bunga kapri merah
diserbukkan pada putik bunga kapri merah yang sama. Setelah itu, ditunggu
sampai kacang kapri menghasilkan buah. Setelah buah kacang kapri masak,
kemudian diambil bijinya dan ditanam lagi. Dari biji tersebut, akan diperoleh
tanaman kapri yang berbunga merah. Kemudian diadakan penyerbukan sendiri dan
setelah buah masak diambil bijinya dan ditanam lagi, dilakukan begitu berulang
kali sehingga yakin bahwa tanaman kacang kapri tersebut akan selalu
menghasilkan tanaman kapri yang berbunga merah saja. Demikian pula hal itu
dilakukan pada tanaman kapri berbunga putih, berulang kali sehingga yakin bahwa
tanaman kapri berbunga putih akan selalu menghasilkan tanaman kapri yang
berbunga putih saja. Dikatakan bahwa telah diperoleh tanaman kacang kapri
berbunga merah galur murni, dan tanaman kacang kapri berbunga putih galur
murni. Selanjutnya, apa yang akan dilakukan pada percobaan itu?
Caranya sebagai
berikut: Sediakan tanaman kacang kapri berbunga merah dan kacang kapri berbunga
putih. Kedua tanaman kacang kapri galur murni, yaitu yang berbunga merah dan
yang berbunga putih dipergunakan sebagai induk, atau sebagai Parental
(disingkat P). Serbuk sari dari bunga merah diletakkan pada kepala putik bunga
putih. Ini artinya telah diadakan penyerbukan silang dengan satu sifat beda
(Gambar 2) yang dikenal dengan istilah monohibrid, yaitu terkait dengan warna
bunga.
Gambar 2.
Contoh
Penyerbukan Silang antara Tanaman Bunga Ungu dan Putih
Setelah diadakan
penyerbukan, tunggu beberapa bulan sampai muncul buah pada tanaman kacang kapri
bunga merah atau pada tanaman yang berbunga putih. Setelah buah masak, bijinya
diambil dan biji-biji tadi ditanam lagi. Tunggu beberapa minggu sampai tanaman
kacang kapri yang tumbuh dari biji tersebut berbunga. Tanaman kacang kapri
hasil pembastaran ini disebut sebagai turunan ke-1, atau sebagai Filial ke-1
(disingkat F1). Amati warna-warna bunga yang terjadi. Warna bunga apa saja yang
timbul pada tanaman kacang kapri F1 tersebut? Mendel mencatat bunga yang
timbul, yaitu semua bunganya berwarna merah pada tanaman kacang kapri F1.
Apa kesimpulan Mendel
dari hasil percobaannya? Mendel menyimpulkan bahwa sifat merah dari bunga
disebut sifat dominan terhadap sifat putih dari bunga tanaman kacang kapri.
Artinya, sifat merah akan ”mengalahkan” sifat putih bunga pada tanaman kacang
kapri sehingga sifat putih ”tertutup” oleh sifat merah sehingga sifat putih
tidak tampak (Gambar 3).
Gambar 3.
Pembastaran antara tanaman kacang kapri bunga merah
dan bunga putih menghasilkan turunan F1 yang semuanya berbunga merah, dan
turunan F2 yang berbunga merah 3 bagian dan berbunga putih 1 bagian atau 3:1.
Sifat putih yang
seolah-olah tertutup atau kalah oleh sifat merah, disebut sebagai sifat
resesif. Sifat merah atau putih dari bunga, atau sifat bulat atau lonjong dari
bentuk biji, selanjutnya kita sebut sebagai gen. Pada waktu itu Mendel menyebut
sifat tanaman seperti warna bunga, bentuk biji, tinggi rendahnya tanaman
sebagai sifat atau faktor saja. Penjelasan tentang apa itu gen secara mendalam
akan Anda pelajari pada bagian lain dari modul ini.
Selanjutnya, apa yang
dilakukan Mendel? Mendel membastarkan tanaman kacang kapri F1 dengan tanaman
kacang kapri F1 lainnya. Jadi, di sini tanaman kacang kapri F1 yang berbunga
merah dibastarkan dengan kacang kapri F1 yang berbunga merah juga. Hasilnya
bagaimana? Ternyata turunan yang dihasilkan atau turunan ke-2 atau Filial ke-2
(disingkat F2), memberikan hasil tanaman kacang kapri yang berbunga merah dan
putih dengan perbandingan 3:1. Artinya, dari biji hasil pembastaran atau penyilangan
setelah ditanam akan menghasilkan 3 bagian tanaman kacang kapri yang berbunga
merah dan 1 bagian tanaman kacang kapri berbunga putih (Gambar 3). Ini
berarti apabila dihasilkan 100 tanaman kacang kapri pada turunan F2 maka akan
dihasilkan 75 tanaman kacang kapri yang berbunga merah, dan 25 tanaman kacang
kapri yang berbunga putih pada turunan F2 tersebut. Bagaimana genotip dari
turunan F2 tersebut? Untuk mengetahui genotip tanaman F2 tersebut pelajari
Gambar 4 di bawah ini.
Gambar 4.
Pembastaran tanaman kacang kapri berbunga merah
dengan kacang kapri yang berbunga putih, akan menghasilkan turunan F2 dengan
tanaman kacang kapri berbunga merah 3 bagian, dan yang berbunga putih 1 bagian
(3:1), dilihat dari fenotip dan genotipnya.
Umpamakan sifat atau
gen bunga merah kita namakan M, dan sifat atau gen bunga putih kita namakan m.
Ada perjanjian cara penulisan simbol huruf bagi gen yang bersifat dominan dan
yang resesif. Gen yang dominan ditulis dengan huruf kapital (huruf besar),
sedangkan yang bersifat resesif ditulis dengan simbol huruf kecil. Maka tanaman
yang berbunga merah galur murni mempunyai genotip MM, dan yang berbunga putih
galur murni mempunyai genotip mm. Gen-gen tadi juga berpasangan atau memiliki
alel. Oleh karena itu, gen pada tanaman kacang kapri selalu ditulis dengan
simbol huruf secara lengkap, misalnya MM, Mm, dan mm.
Pembastaran ini akan
menghasilkan turunan F1 berupa kacang kapri berwarna merah dengan genotip Mm.
Di sini kelihatan ada sifat dominan gen M terhadap gen m sehingga semua kacang
kapri yang dihasilkan akan berbunga merah meskipun genotipnya Mm. Jadi,
pengaruh m (putih) tidak tampak karena ”tertutup” atau ”kalah” oleh gen M
(merah).
Selanjutnya, turunan F1
akan dibastarkan dengan turunan F1 lainnya, yaitu kacang kapri bunga merah (Mm)
dengan kacang kapri bunga merah (Mm) maka akan dihasilkan turunan F2 yang
terdiri dari 3 bagian kacang kapri bunga merah, dengan genotip MM, Mm, dan Mm,
serta 1 bagian kacang kapri berbunga putih dengan genotip mm.
Apa yang dapat
disimpulkan dari pembastaran yang dilakukan Mendel? Beberapa kesimpulan dari
percobaan Mendel adalah sebagai berikut.
1.
Gen dominan (M) akan ”mengalahkan
pengaruh” gen resesif (m) sehingga tanaman kacang kapri turunan F1 dengan
genotip Mm akan berbunga merah. Ini disebut sebagai prinsip dominan.
2.
Turunan F1 dengan genotip Mm akan
menghasilkan dua macam gamet yang bergenotip M dan m dalam jumlah yang sama.
Ini artinya kalau dihasilkan 100 serbuk sari maka 50 serbuk sari akan
bergenotip M, dan sisanya 50 serbuk akan bergenotip m. Begitu pula jika
dihasilkan 100 sel telur maka yang 50 akan bergenotip M, dan yang 50 lagi akan
bergenotip m. Dengan kata lain, akan menghasilkan 50% serbuk sari bergenotip M
dan 50% bergenotip m; dan 50% sel telur bergenotip M dan 50% bergenotip m. Hal
ini terjadi karena pada waktu pembentukan sel kelamin (gamet), pasangan gen Mm
akan mengadakan pemisahan (disebut juga segregasi) sehingga masing-masing sel
kelamin yang terbentuk memperoleh hanya satu gen saja, M atau m. Peristiwa
pemisahan ini selanjutnya disebut sebagai prinsip segregasi atau Hukum Mendel
I.
Apabila diadakan
pembastaran antara tanaman turunan F1 dengan tanaman F1 lainnya maka akan
terjadi turunan F2 yang terdiri dari 3 bagian (75%) bunga merah dan 1 bagian
(25%) bunga putih. Secara bagan dapat digambarkan dengan papan catur (papan
Punnet) sebagai berikut:
Marilah kita lihat
hasil percobaan Mendel yang lain. Mendel membastarkan tanaman kacang kapri
bunga merah dengan tanaman kacang kapri bunga putih. Turunan F1 diperoleh
tanaman kacang kapri berbunga ros (merah muda), bukan bunga berwarna merah.
Hal ini terjadi karena
gen merah (M) mempunyai pengaruh sama dengan gen putih (m). Jadi di sini tidak
ada gen yang dominan, yang terjadi pada turunan F1 di sini ialah turunan yang
mempunyai sifat intermediet, yaitu mempunyai sifat antara dari kedua induknya.
Untuk memahami sifat tentang intermediet pelajari Gambar 5. berikut:
Gambar 5.
Pembastaran tanaman kacang kapri berbunga merah
dengan kacang kapri berbunga putih, akan menghasilkan turunan F2 dengan tanaman
kacang kapri berbunga merah 1 bagian, yang berbunga ros 2 bagian dan yang
berbunga putih 1 bagian atau dengan perbandingan = 1:2:1. Di sini ada sifat
intermediet.
Pembastaran yang
dilakukan oleh Mendel seperti dibicarakan di atas ialah pembastaran dengan satu
sifat beda atau disebut sebagai pembastaran monohibrid. Pembastaran ini hanya
melibatkan satu sifat, misalnya hanya sifat warna bunga. Selanjutnya Mendel
melakukan percobaan lain, yaitu melibatkan dua sifat beda atau disebut sebagai
pembastaran dihibrid. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah
prinsip-prinsip pada pembastaran monohibrid juga berlaku pada dihibrid. Apa
yang Mendel lakukan? Mendel membastarkan tanaman kacang kapri biji bulat warna
kuning (selanjutnya disingkat bulat-kuning) galur murni, dengan kacang kapri
biji kisut warna hijau (disingkat kisut-hijau), juga galur murni. Diperoleh
turunan F1 dibastarkan dengan turunan F1 lainnya dan menghasilkan turunan F2
sebagai berikut:
315 bulat-kuning
108 bulat-hijau
101 kisut-kuning
32 kisut hijau
Hal yang menarik dari
hasil pembastaran ini ialah timbul dua jenis biji baru yang sebelumnya tidak
dimiliki oleh P (induk) atau oleh turunan F1. Kedua jenis biji ini adalah
bulat-hijau dan kisut-kuning. Jenis baru ini, lain dari P maupun dari F1,
disebut sebagai kombinasi baru atau rekombinasi. Mengapa disebut sebagai
rekombinasi? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan melihat susunan gen dari kedua
jenis biji tersebut. Susunan gennya lain dengan yang telah diketahui, yaitu
pada P maupun pada F1. Jadi, di sini terjadi susunan baru dari gen. Selain itu,
diperoleh macam biji seperti macam biji induknya (P), yaitu bulat-kuning dan
kisut-hijau, yang selanjutnya disebut sebagai kombinasi parental. Disebut
demikian karena fenotipnya sama dengan induk yang dibastarkan.
Pembastaran dihibrid
dapat ditulis seperti pada Gambar 6 berikut ini. Pada pembentukan gamet
turunan F1, Mendel menyatakan bahwa sebuah gamet hanya akan mempunyai salah
satu gen dari sepasang gen sehingga sebuah gamet hanya akan mempunyai B (gen
bulat) atau b (gen kisut) dan K (gen kuning) atau k (gen hijau). Empat macam
gamet akan dihasilkan dalam jumlah yang sama, yaitu BK, Bk, bK dan bk.
Dari turunan F2
terdapat 16 kemungkinan kombinasi turunan yang terdiri dari: 9 bagian
bulat-kuning, 3 bagian bulat-hijau, 3 bagian kisut-kuning dan 1 bagian
kisut-hijau sehingga dapat dikatakan bahwa perbandingan turunan yang diperoleh
pada F2 adalah = 9:3:3:1. Perbandingan ini dapat ditulis dengan cara lain,
yaitu 9/16 : 3/16 : 3/16 : 1/16.
Gambar 6.
Pembastaran antara tanaman kacang kapri biji
bulat-kuning dengan tanaman kacang kapri biji kisut-hijau akan menghasilkan
turunan F2 dengan perbandingan 9:3:3:1.
Dari
pembastaran dihibrid yang dilakukan Mendel tersebut di atas dapat dibuat
kesimpulan bahwa:
a. Pada
pembastaran dihibrid, yaitu yang melibatkan dua sifat beda, setiap pasang gen
dari turunan F1 akan memisah dan mengelompok secara bebas menuju gamet pada
waktu pembentukan gamet. Karena ada peristiwa pemisahan dan pengelompokan
secara bebas ini pada turunan F1, dengan genotip BbKk akan dihasilkan 4 macam
gamet, yaitu BK, Bk, bK dan bk, yang masing-masing mempunyai perbandingan ¼ : ¼
: ¼: ¼. Selanjutnya pemisahan secara bebas ini disebut Mendel sebagai prinsip
pemisahan gen secara bebas atau disebut sebagai Prinsip/Hukum Mendel II. Untuk
memahami prinsip ini perhatikan papan catur (Gambar 6.).
b. Karena
dari turunan F1 dihasilkan 4 macam gamet maka turunan F2 akan dihasilkan 16
kemungkinan macam genotip atau kombinasi, seperti yang tampak pada papan catur
tersebut, dengan perbandingan fenotip = 9 : 3 : 3 : 1, yaitu 9 bulat-kuning, 3
bulat-hijau, 3 kisut-kuning dan 1 kisut-hijau. Dari 4 macam fenotip yang
dihasilkan, muncul 2 fenotip baru, yaitu bulat-hijau dan kisut-kuning, yang
berbeda dari fenotip induk (P) dan juga dari fenotip turunan F1.
Video Hukum Mendel








ReplyDeletePertanyaan :
Dari satu individu bergenotipe AaBb, gen A dan B terpaut, demikian juga aelnya a dan b, maka gamet terbentuk bersusunan….
Siapa yang bisa jawab?
Jawabannya AaBb
DeleteBetul.. 100 untuk wahyufi
ReplyDeleteApabila suatu individu memiliki 4 macam gamet yaitu, BK, Bk, bK dan bk jika dikawin silangkan akan terbentuk genotipe apa
ReplyDeleteMenghasilkan 9 genotipe
DeleteBBKK , BBKk , BbKK , BBkk , Bbkk , bbkk ,bbKk , bbkk.
Menghasilkan 9 genotipe
DeleteBBKK , BBKk , BbKK , BBkk , Bbkk , bbkk ,bbKk , bbkk.
Tanaman mangga berbuah besar (BB) rasa asam (mm) disilangkan dengan tanaman mangga berbuah kecil (bb) dan rasa manis (MM) begaimanakah perbandungan fenotipe nya
ReplyDeletePerbandingan fenotipe nya:
DeleteBesar manis =9 , besar asam=3 , kecil manis=3, kecil asam=1
Jadi 9:3:3:1
Bagus... Jawabnya Ok
DeleteTanaman mangga berbuah besar (BB) rasa asam (mm) disilangkan dengan tanaman mangga berbuah kecil (bb) dan rasa manis (MM) begaimanakah perbandungan fenotipe nya?
ReplyDelete