oleh : Dra. Khalida Agustina, M.Pd
Genetika adalah
ilmu yang mempelajari bagaimana sifat-sifat induk diturunkan pada anaknya.
Materi Genetik
Materi genetik memegang
peranan penting dalam proses pewarisan sifat. Warna kulit, bentuk hidung, atau bahkan jenis
penyakit yang kamu miliki tidak serta-merta hadir di dalam tubuh kamu. Materi genetik dari ayah dan
ibu akan bergabung dalam proses fertilisasi. Oleh karena adanya penggabungan
materi genetik inilah pada dirimu muncul karakteristik yang mirip dengan ayah
dan karakteristik yang mirip dengan ibu. Materi genetik tersebut yaitu, kromososm,
gen, DNA, dan RNA.
1. Kromosom
Kromosom terdapat di
dalam nukleus berupa benda-benda halus berbentuk lurus atau bengkok. Nama
kromosom pertama kali diberikan oleh Waldeyer (1888) berasal dari kata khroma
artinya warna dan soma artinya tubuh. Jadi, kromosom dapat diartikan sebagai
badan yang mudah menyerap zat warna. Bahan yang menyusun kromosom yaitu kromatin sehingga sering disebut benang kromatin.
Gambar 1. Kromosom dan
bagian-bagiannya
Kromosom merupakan
badan berbentuk batang atau bengkok, mulai tampak pada saat sel akan membelah
dan selama proses pembelahan. Kromosom tampak jelas pada fase pembelahan
metafase karena kromosom berjajar di bidang ekuator. Ukuran kromosom dalam
sebuah sel tidak pernah sama. Panjangnya 0,2–50 μ dan diameternya 0,2–20 μ. Di
dalam sel tubuh, kromosom biasanya berpasangan. Kromosom memiliki beberapa
fungsi, sebagai berikut:
a. Fungsi
utamanya adalah untuk menyimpan materi genetik. Materi genetik inilah yang akan
menentukan sifat dan kekhasan setiap individu.
b. Menentukan
jenis kelamin. Terdapat dua jenis kromosom yaitu X dan Y. Apabila kromosom
embrio XX, maka ia akan terlahir sebagai seorang perempuan. Sedangkan jika
kromosomnya XY maka ia terlahir sebagai laki-laki.
c. Berperan
penting dalam proses transkripsi DNA untuk melakukan sintesis protein. Ini
dikarenakan kromosom lah yang membawa materi genetik seperti DNA.
d. Berperan
dalam proses pembelahan sel dan memastikan masing-masing sel yang telah
membelah mendapatkan gen yang sama.
Sepasang kromosom
merupakan homolog sesamanya, artinya keduanya mempunyai bentuk yang sama dan
lokus gen-gen yang bersesuaian. Secara umum, sebuah kromosom terdiri atas
bagian-bagian, yaitu:
a.
Kromonema berupa pita spiral yang
terdapat penebalan.
b.
Kromomer merupakan penebalan-penebalan
pada kromonema. Di dalam kromomer terdapat protein yang mengandung molekul DNA.
Beberapa DNA bergabung membentuk gen yang berfungsi sebagai pembawa bagian
sifat keturunan dan menempati suatu bagian yang disebut sebagai lokus gen.
c.
Sentromer merupakan bagian kromosom yang
menyempit dan tampak lebih terang. Bagian ini tidak mengandung gen dan
merupakan tempat melekatnya benang spindel.
d.
Lekukan kedua berperan dalam pembentukan
nucleolus (anak inti sel).
e.
Telomer merupakan bagian ujung-ujung
kromosom yang menghalang-halangi bersambungnya ujung kromosom yang satu dengan
kromosom yang lain.
f.
Satelit yaitu suatu tambahan atau
tonjolan yang terdapat pada ujung kromosom. Tidak semua kromosom mempunyai
satelit.
Berdasarkan bentuknya,
kromosom digolongkan menjadi enam macam, yaitu: Bentuk bulat, bentuk batang,
bentuk cerutu, bentuk huruf V, bentuk koma, dan bentuk huruf L.
Gambar 2. Letak
sentromer kromosom
Sumber:
http://www.slideshare.net/
Berdasarkan letak
sentromernya, kromosom dibedakan menjadi empat macam, yaitu metasentris,
submetasentris, akrosentris, dan telosentris.
a.
Metasentris, sentromer terletak di
tengah-tengah kromosom sehingga kromosom berbentuk seperti huruf V.
b.
Submetasentris, sentromer terletak
submedian atau kirakira ke arah salah satu ujung kromosom. Bentuk kromosom
seperti huruf J.
c.
Akrosentris, sentromer terletak pada
subterminal atau di dekat ujung kromosom. Satu lengan kromosom sangat pendek
dan satu lengan lainnya sangat panjang. Bentuk kromosom lurus atau seperti
batang. Telosentris, sentromer terletak pada
ujung kromosom.
Kromosom hanya memiliki
satu lengan saja. Pada setiap sel tubuh, kromosom selalu dalam keadaan
berpasangan. Kromosom yang berpasangan mempunyai bentuk, ukuran, dan komposisi
sama atau hampir sama disebut kromosom homolog. Jumlah macam kromosom disebut
ploid atau set, perangkat atau genom. Dalam sel tubuh setiap kromosom terdapat
berpasangan, berarti terdiri 2 set sehingga disebut diploid (2n). Sebaliknya,
pada sel gamet satu sel kelamin memiliki kromosom tidak berpasangan, berarti
terdapat satu set kromosom sehingga disebut haploid.
Pada dasarnya kromosom
semua organisme mempunyai dua tipe, yaitu autosom dan kromosom kelamin (seks
kromosom = gonosom). Autosom merupakan kromosom yang tidak mempunyai hubungan
dengan penentuan jenis kelamin. Sedangkan Kromosom kelamin atau seks kromosom
merupakan sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin. Ada dua macam seks
kromosom, yaitu kromosom-X dan kromosom-Y.
2. Gen
Gen merupakan unit
terkecil materi genetik. Gen terdapat dalam setiap lokus yang khas pada
kromosom. Gen adalah substansi genetik terkecil yang terdiri atas sepenggal DNA
yang menentukan sifat individu melalui pembentukan polipeptida. Jadi, gen
berperan penting dalam mengontrol sifat-sifat individu yang diturunkan.
Gambar 3. Struktur gen
Sumber: http://www.afradejavu.blogspot.co.id/
Gen-gen yang ada dalam
kromosom tidak memiliki batas-batas yang jelas. Walaupun demikian, gen-gen
dapat diumpamakan dalam satu deretan berurutan dan teratur pada benang
kromosom. Setiap gen dalam kromosom dimulai dari kodon AUG (start) disebut pula
sebagai kodon permulaan, karena memulai sintesis polipeptida. Kodon UGA, UAG,
dan UAA disebut kodon tak bermakna (stop = tanda akhir dari suatu protein) karena
kodon-kodon ini tidak mengkode asam amino.
Setiap gen terletak
pada suatu lokus. Gen memenuhi lokus suatu kromosom sebagai zarah kompak yang
mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat-sifat menurun tertentu.
Pada kenyataannya, batas-batas lokus satu sama lain tidak seperti kotak dan gen
itu sendiri masing-masing tidak kompak seperti butir-butir kelereng.
Setiap gen pada
organisme mengendalikan produksi suatu enzim khusus. Enzim-enzim itu akan
melakukan semua kegiatan metabolism organisme tersebut sehingga mengakibatkan
perkembangan suatu struktur dan fisiologi yang khas, yaitu fenotipe organisme
tersebut. Gen memiliki beberapa fungsi, antara lain:
a.
Sebagai zarah tersendiri yang ada pada
kromosom. Zarah adalah zat terkecil dan tidak dapat dibagi-bagi lagi.
b.
Menyampaikan informasi genetik dari
induk kepada keturunannya.
c.
Mengatur proses metabolisme dan
perkembangan.
3. DNA (Deoxyribonucleic Acid = Asam
Deoksiribo Nukleat)
Berbagai penelitian
mengungkapkan bahwa DNA adalah pembawa sebagian besar atau seluruh sifat-sifat
genetik di dalam kromosom. DNA terdapat di dalam nukleus dan bersama senyawa
protein membentuk nukleo protein. Selain di dalam nukleus, molekul DNA juga
terdapat dalam mitokondria, plastid, dan sentriol. DNA memiliki beberapa fungsi
di antaranya membawa informasi genetik, membentuk RNA, dan mengontrol aktivitas
sel baik secara langsung maupun tidak langsung. DNA juga berperan penting dalam
proses sintesis protein.
Gambar 4. Struktur DNA
Sumber: http://www.kartika111194.blogspot.co.id/
Molekul DNA pertama
kali diisolasi oleh F. Miescher pada tahun 1869 dari sel spermatozoa. Ia tidak
dapat mengenali sifat zat kimia tersebut secara pasti, kemudian menyebutnya
sebagai nuklein. Nuklein ini berupa senyawa kompleks yang mengandung unsur
fosfor sangat tinggi. Nuklein selanjutnya dikenal sebagai gabungan asam nukleat
dan protein sehingga sering disebut nukleoprotein. Dalam kedua jenis asam
nukleat ini (DNA dan RNA) terdapat dua basa nitrogen yaitu purin dan pirimidin.
Keduanya ditemukan oleh Fischer pada tahun 1880. Pada penelitian selanjutnya,
Kossel menemukan dua jenis pirimidin, yaitu sitosin dan timin serta dua jenis
purin, yaitu adenin dan guanin. Selain basa purin dan pirimidin, dalam asam
nukleat Levine pada tahun 1990 mengenali gula berkarbon lima, yaitu ribose dan
deoksiribosa. Ia juga menyatakan adanya asam fosfat dalam asam nukleat.
W.T. Atsbury merupakan
orang pertama yang mengemukakan gagasan tentang struktur tiga dimensi DNA. Ia
menyimpulkan bahwa DNA sangat padat, polinukleotida penyusunnya berupa timbunan
nukleosida pipih yang teratur tegak lurus terhadap sumbu memanjang.
Susunan kimia DNA
adalah sebuah makromolekul yang kompleks. Molekul DNA disusun oleh dua rantai
polinukleotida yang amat panjang. Satu rantai polinukleotida terdiri atas
rangkaian nukleotida. Sebuah nukleotida tersusun atas:
a. Gugus gula deoksiribosa (gula dengan
lima atom karbon atau pentosa)
b. Gugus asam fosfat (fosfat terikat
pada C kelima dari gula)
c. Gugus basa nitrogen (gugus ini
terikat pada C pertama dari gula)
Basa nitrogen dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu basa purin dan basa pirimidin. Basa purin
terdiri atas adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan basa pirimidin terdiri atas
sitosin (S) dan timin (T). Rangkaian kimia antara deoksiribosa dengan purin dan
pirimidin disebut nukleosida (deoksiribonukleosida). Nukleosida tersebut akan
berikatan dengan fosfat membentuk nukleotida (deoksiribonukleotida). Gabungan
dari nukleotidanukleotida akan membentuk suatu DNA. Jadi, molekul DNA merupakan
polimer panjang dari nukleotida yang dinamakan polinukleotida.
Gambar 5. Rumus (a) bangun purin dan (b) bangun
pirimidin
Sumber: Dok. Kemdikbud
Replikasi DNA akan
menghasilkan DNA baru. Ada tiga hipotesis yang menjelaskan terjadinya replikasi
DNA. Hipotesis pertama menyatakan bahwa bentuk double helix DNA yang lama tetap
dan langsung menghasilkan double helix yang baru disebut konservatif. Hipotesis
kedua menyatakan double helix akan terputus-putus, selanjutnya segmen-segmen
tersebut akan membentuk segmensegmen baru yang bergabung dengan segmen lama
membentuk DNA baru. Hipotesis ini disebut dispersif. Hipotesis ketiga
menyatakan dua pita spiral dari double helix memisahkan diri dan setiap pita
tunggal mencetak pita pasangannya disebut semikonservatif.
4. RNA (Ribonucleic Acid = Asam
Ribonukleat)
RNA merupakan seutas
benang tunggal yang tersusun molekul gula ribosa, gugus fosfat, dan asam
nitrogen. Pada RNA tidak terdapat basa nitrogen timin (T), basa nitrogen timin
ini pada RNA digantikan oleh basa nitrogen urasil. Struktur DNA yang heliks
terbentuk karena adanya beberapa jenis ikatan kimia. Antara untai DNA diikat
oleh ikatan hidrogen.
Gambar 6. (a) Struktur untai tunggal molekul RNA (b)
Struktur kimia RNA
Sumber: Dok. Kemdikbud
Antara basa nitrogen
dan gula diikat oleh ikatan glikosida, sedangkan antar nukleotida dihubungkan
dengan ikatan fosfodiester. RNA hanya terdiri atas satu untai saja, sehingga
struktur RNA tidak membentuk helix ganda.
Berbeda halnya dengan
DNA yang terletak dalam nukleus, RNA banyak terdapat dalam sitoplasma terutama
ribosom walaupun ada pula beberapa di antaranya dalam nukleus. Dalam
sitoplasma, kadar RNA berubah-ubah. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas sintetis
protein. Ketika suatu protein akan disintetis, kandungan RNA dalam sel
meningkat begitu pula sebaliknya. Berdasarkan letak dan fungsinya, RNA
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a. RNA duta (RNA-d) atau m RNA
RNA duta adalah RNA
yang menjadi model cetakan dalam proses penyusunan asam amino pada rantai
polipeptida atau sintesis protein. Disebut RNA duta, karena molekul ini
merupakan penghubung DNA dengan protein dan membawa pesan berupa informasi
genetik dari DNA untuk membentuk protein. Informasi genetik berupa urutan basa
N pada RNA duta yang memesan suatu asam amino yang disebut kodon. Penyusunan
rantai polipeptida tergantung dari urutan kodon pada RNA duta. Urutan kodon
pada RNA-d yang dicetak DNA tergantung pada macam protein yang akan disintesis.
b. RNA ribosom (RNA-r)
RNA-r yaitu RNA yang
terdapat dalam sitoplasma tepatnya di ribosom dan berfungsi mengatur dalam
proses sintesis protein. RNA-r dapat mencapai 80% dari jumlah RNA sel. Molekul
rRNA berupa pita tunggal tidak bercabang dan fleksibel.
c. RNA transfer (RNA-t)
RNA-t mempunyai fungsi
menerjemahkan kodon yang terdapat pada RNA-d menjadi satu jenis asam amino.
Kemampuan menerjemahkan ini, disebabkan oleh adanya anti kodon yang merupakan
komplemen dari kodon RNA-d. RNA-t juga berfungsi mengangkut asam amino ke
permukaan ribosom pada saat translasi. Translasi adalah penerjemahan urutan
nukleotida. RNA-d menjadi urutan asam amino polipeptida.
Tabel 1. Perbedaan secara umum DNA
dan RNA
DNA
|
RNA
|
1.
Ditemukan dalam nucleus yaitu dalam kromosom,
mitokonria, dan kloroplas.
2.
Berupa rantai panjang dan ganda (double helix).
3.
Fungsinya berhubungan erat dengan penurunan sifat
dan sintesis protein.
4.
Kadarnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis
protein.
5.
Basa nitrogen terdiri atas purin: adenine (A) dan
guanine (G), pirimidin: timin (T) dan sitosin (C).
6.
Komponen gulanya deoksiribosa, yaitu ribose yang
kehilangan satu atom oksigen pada atom C nomor 2.
|
1.
Ditemukan dalam sitoplasma, terutama dalam ribosom
dan juga dalam nucleus.
2.
Berupa rantai pendek dan tunggal.
3.
Fungsinya berhubungan erat dengan sintesis
protein.
4.
Kadarnya dipengaruhi oleh aktivitas sintesis
protein.
5.
Basa nitrogen terdiri atas purin: adenine (A) dan
guanine (G), pirimidin: urasil (U) dan sitosin (C).
6.
Komponen gulanya D-ribosa (pentose).
|
Video 10 Rekayasa Genetika







Sangat berguna untuk materi pembelajaran ipa. Selanjutnya tentang apa bu?
ReplyDeleteHukum Mendel
DeleteApakah materi genetik dan dimana tempatnya?
ReplyDeletePert
DeleteApakah materi genetik dan dimana tempatnya?
Materi genetik adalah DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat). DNA ditemukan di setiap sel, mulai dari mikroorganisme bersel satu, hingga tumbuhan dan binatang yang memiliki banyak sel, dimana sel-sel membentuk jaringan dan organ. Sel dan bagian-bangiannya hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop canggih
Apakah rekayasa genetika itu?
ReplyDeletePerty
DeleteApakah rekayasa genetik?
Rekayasa genetik adalah serangkaian teknik laboratorium untuk memisahkan materi genetik dari organisme, memotong dan menggabungkannya kembali untuk membuat kombinasi baru, menggandakan salinan materi genetik yang sudah dirkombinasikan (juga disebut DNA rekombinan) dan mentransfernya ke dalam organisme, tanpa melalui proses reproduksi. Gen dapat dipertukarkan antar spesies yang tidak akan saling kawin secara alami di alam. Jadi, gen laba-laba bisa berada dalam kambing, gen manusia pada tumbuhan, tikus dan bakteri, serta gen bakteri pada tumbuhan.
Apa fungsi materi genetika
ReplyDeletePerty
DeleteApa fungsi materi genetik?
Materi genetik direplikasi dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui proses reproduksi, dan menimbulkan beberapa kemiripan antara orangtua dan anaknya. Walaupun demikian, cara kerja materi genetik sangat rumit dan amat tergantung pada lingkungan.
Selain mereplikasi dirinya, potongan tertentu dari DNA, yang disebut gen, menentukan protein yang dibentuk, melalui ‘kode genetik’. Tiga basa berturut-turut, yaitu ‘triplet’, membentuk kode untuk salah satu dari 20 jenis asam amino yang dijalin untuk membentuk protein. Terdapat 64 (4 x 4 x 4 ) kemungkinan triplet dari 4 basa; jadi satu asam amino bisa saja dikode oleh lebih dari satu satu triplet, dan ada triplet untuk ‘mulai (start) dan ‘stop’.
Protein melakukan semua fungsi vital dalam tubuh. Urutan asam amino dari tiap protein serta struktur lipatan tiga dimensinya sangat sesuai untuk melakukan fungsi khusus.Potongan-potongan lain dalam DNA adalah unsur pengatur (regulatory elements), yang memungkinkan protein berinteraksi satu dengan yang lain dan dengan lingkungan, untuk mengatur kapan, dimana, kadar dan untuk berapa lama tiap gen diekspresikan, yaitu ketika protein yang ditentukan oleh gen dibuat dalam sel.
Hingga pertengahan tahun 1970an, kebanyakan ahli biologi berpikir bahwa aliran ‘informasi genetik’ berlangsung hanya satu arah, dari DNA ke protein. Pemikiran ini tidak benar. Umpan balik dari lingkungan sangat penting, dan mendorong banyak pemotongan serta perubahan di antara gen dan protein, bahkan sering mengubah DNA itu sendiri.